12 Desember 2016 - 17:25
Peran Banser NU Dibalik Damainya Aksi Bela Islam III

“Jadi peran Banser, Anshar dan kader-kader muda NU militanlah yang sebenarnya berjasa dalam membuat aksi super damai 212 benar-benar damai.”

Menurut Kantor Berita ABNA, adanya tiga orang terduga teroris di kawasan Bekasi Jawa Barat pada Sabtu (10/12) yang tertangkap basah oleh tim Densus menyimpan bom rakitan berdaya ledak tinggi diakui Kyai NU tidak lepas dari peran Banser NU.

Hal tersebut ditulis KH. Alawi Nur Alam al Bantani di akun Facebook pribadinya Alawi Nurul Alam. Pada status yang dipostingnya pada ahad (11/12) Kyai muda NU tersebut menyebutkan, ketiga terduga teroris tersebut sudah dibuntuti sejak aksi Bela Islam III pada 2 Desember di Jakarta. Dalam aksi yang disebut juga dengan Aksi Super Damai 212 tersebut, 3000 Banser dan Anshar kota Bandung turut serta dengan melebur dengan peserta aksi 212.

“Kami ditempatkan dibeberapa titik penting bersama aparat kepolisian. Ada beberapa peristiwa yang memang tidak diupload ke media agar aksi super damai itu benar-benar buat damai sesuai desain sebelumnya.” Tulisnya.

Peristiwa penting yang dimaksud Kyai yang mengepalai Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (LTM) PBNU tersebut adalah tertangkapnya pembawa 10 bendera khilafah ISIS, tertangkapnya satu orang teroris asal Majalengka dan satu kantong penuh bahan peledak yang siap menghancurkan aksi "super damai" tersebut.

Disebutkan kyai muda kelahiran Bandung 24 Maret 1973 tersebut, pasca aksi tanggal 3-6 diadakan rapat khusus Banser dengan kepolisian dan penggodokan informasi. Pada tanggal 7 dari semua informasi yang dimantapkan dipastikan ada 3 orang peserta aksi 212 yang teroris. Tanggal 8 dipastikan lokasi kostnya di Bekasi dan hari selanjutnya dilakukan penangkapan oleh tim Densus.

Diakhir statusnya ia menulis, “Jadi peran Banser, Anshar dan kader-kader muda NU militanlah yang sebenarnya berjasa dalam membuat aksi super damai 212 benar-benar damai.”